Tujuan dan Sasaran Audit Intern

Juli 21, 2009

tujuan dari audit intern adalah memberikan pelayanan kepada organisasi, dalam rangka membantu semua anggota organisasi tersebut. Bantuan yang diberikan sebagai tujuan akhir adalah agar semua anggota organisasi dapat melaksanakan tanggung jawab yang dibebankan kepadanya secara efektif, atau lebih jauh lagi mencapai efektivitas optimal.
Disamping itu audit intern membantu manajemen dalam mencari kemungkinan yang terbaik (best possible) dalam penggunaan modal secara efektif dan efisien, termasuk peningkatan efektifitas pengendalian dalam batas-batas biaya yang wajar. Semua bantuan pemeriksaan intern tersebut diberikan melalui analisis-analisis, penilaian-penilaian, saran-saran, bimbingan dan informasi mengenai aktivitas yang diperiksanya.
Pihak-pihak yang diberi bantuan yaitu meliputi manajemen dari semua tingkat hingga dewan direksi, audit intern bertanggung jawab untuk memberikan kepada mereka informasi mengenai kelayakan dan efektivitas dari pengendalian intern serta kualitas pelaksanaannya.
Menurut Reider (2002:30) tujuan audit intern adalah sebagai berikut:

1. Untuk menilai kinerja (performance) dari manajemen dan berbagai fungsi perusahaan.
2. Untuk menilai apakah sumber daya yang dimiliki perusahaan telah digunakan secara efisien dan ekonomis.
3. Untuk menilai efektifitas perusahaan dalam tujuan yang ditetapkan oleh manajemen.
4. Memberikan rekomendasi kepada top manajemen untuk memperbaiki kelemahan-kelemahan yang terdapat dalam struktur pengendalian intern dan prosedur operasional perusahaan dalam rangka meningkatkan efisiensi, keekonomisan dan efektivitas kegiatan operasi perusahaan.

Sedangkan menurut Akmal (2007:5) tujuan audit intern adalah memberikan nilai tambah dan melakukan perbaikan-perbaikan operasi organisasi yaitu membantu organisasi dalam mencapai tujuannya dengan melakukan pendekatan yang sistematis, disiplin untuk mengevaluasi dan melakukan perbaikan atas keefektifan manajemen resiko, pengendalian dan proses yang jujur, bersih dan baik.
Adapun langkah-langkah yang harus dilakukan adalah:

1. Menilai ketepatan dan kecukupan pengendalian manajemen termasuk pengendalian manajemen pengolahan data elektronik.
2. Mengidentifikasi dan mengukur resiko
3. Menentukan tingkat ketaatan terhadap kebijaksanaan, rencana, prosedur, peraturan dan perundang-undangan.
4. Memastikan pertanggungjawaban dan perlindungan terhadap aktiva
5. Menentukan tingkat keandalan data atau informasi
6. Menilai apakah penggunaan sumber daya sudah ekonomis dan efisien serta apakah tujuan organisasi sudah tercapai
7. Mencegah dan mendeteksi kecurangan
8. Memberikan jasa konsultasi

Berdasarkan pengertian diatas maka dapat dijelaskan bahwa seorang auditor intern harus dinamis dan mempunyai orientasi terhadap pandangan sekarang dan masa yang akan datang. Karena dia berkedudukan sebagai penilai bebas (independen), baik dalam sikap maupun pandangannya, sebab pihak yang memerlukan audit intern adalah manajemen atau pihak ketiga. Hasil audit intern diserahkan kepada pihak yang meminta dilaksanakannya pemeriksaan tersebut.
Sasaran audit intern adalah kegiatan, aktivitas, program atau bidang-bidang organisasi yang diketahui atau diidentifikasi memerlukan perbaikan atau peningkatan dalam segi kehematan, efisiensi dan efektifitasnya.
Arens (2002:45) mendeskripsikan Sumber-sumber yang dimanfaatkan oleh auditor intern dalam mengembangkan kriteria penilaian khusus (spesifik) yaitu:
1. Kinerja Historis, seperangkat kriteria sederhana yang dapat didasarkan pada hasil sebenarnya (hasil audit) dari periode sebelumnya. Gagasan dibalik penggunaan kriteria ini adalah membandingkan apakah yang telah dilakukan menjadi lebih baik atau lebih buruk. Manfaat kriteria ini adalah bahwa kriteria ini mudah dibuat, tetapi mungkin tidak memberikan pandangan mendalam mengenai seberapa baik atau buruk sebenarnya unit usaha yang diperiksa.
2. Kinerja yang dapat dipertimbangkan, sebagian besar kesatuan yang menjalin audit intern tidak bersifat unit, terdapat banyak kesatuan yang sama didalam keseluruhan organisasi atau luarnya. Dalam hal demikian, data kinerja dari satu kesatuan yang dapat diperbandingkan merupakan sumber yang sangat baik untuk mengembangkan kriteria.
3. Standar rekayasa, didalam banyak jenis penugasan audit intern adalah mungkin dan layak untuk mengembangkan kriteria berdasarkan standar rekayasa, misalnya studi waktu dan gerak untuk menentukan tingkat keluaran produksi. Kriteria ini seringkali memakan waktu dan biaya yang besar dalam pengembangannya, karena memerlukan banyak keahlian. Akan tetapi, hal itu mungkin sangat efektif dalam memecahkan masalah operasional yang utama dan biaya yang dikeluarkan akan lebih berharga.
4. Diskusi dan kesepakatan, terkadang kriteria objektif sangat sulit didapat dan sangat memakan biaya, tetapi adakalanya kriteria dapat dikembangkan melalui diskusi dan kesepakatan yang sederhana. Pihak-pihak yang terlibat dalam proses ini harus meliputi manjemen kesatuan yang diperiksa, auditor internal dan kesatuan, atau orang-orang yang akan mendapat laporan temuan-temuan yang didapat.
Dengan menggunakan audit intern ini perusahaan diharapkan mendapat manfaat-manfaat yang positif dari apa yang telah ditetapkannya, menurut Reider (2002:47) manfaat-manfaat tersebut antara lain:
1. Dapat mengidentifikasi tujuan, kebijaksanaan, sasaran dan prosedur organisasi yang sebelumnya tidak jelas.
2. Dapat mengidentifikasi kriteria yang digunakan untuk mengukur tingkat tercapainya tujuan organisasi dan menilai kegiatan manajemen.
3. Adanya evaluasi independen atas suatu kejadian.
4. Membantu meyakinkan apakah organisasi sudah mematuhi prosedur, peraturan, kebijaksanaan serta tujuan yang ditetapkan.
5. Membantu meyakinkan terciptanya efektifitas dan efisiensi pada sistem pengendalian manajemen.
6. Menetapkan tingkat kehandalan dan manfaat dari setiap laporan manajemen.
7. Membantu mengidentifikasi berbagai desempatan yang dapat dimanfaatkan untuk mendapatkan laba.
8. Mengidentifikasi berbagai tindakan alternatif yang dapat dilaksanakan dalam kegiatan organisasi.
Sedangkan menurut Gondodiyoto (2007:48) manfaat yang dapat diberikan oleh audit Intern adalah:
1. Memonitor aktivitas yang tidak dapat dimonitor oleh manjemen puncak
2. Mengidentifikasi dan meminimalisasi resiko
3. Memvalidasi laporan kepada manajemen puncak
4. Memproteksi manajemen senior dari kesalahan dari aspek teknis.
5. Memvalidasi informasi yang tersedia untuk mengambil keputusan
6. Menilai kinerja
7. Membantu manajer fungsional agar terhindar dari kesalahan teknis, kesalahan prosedur atau penyimpangan dari prinsip manajemen yang baik sehingga dapat merugikan perusahaan.

Kategori Audit Intern

Juli 21, 2009

Menurut Arens (2002:13) pemeriksaan intern dapat dibagi dalam tiga kategori yaitu:

1. Pemeriksaan Fungsional
Sesuai dengan namanya, pemeriksaan fungsional berkaitan dengan satu fungsi atau lebih fungsi dalam suatu organisasi. Ini dapat berhubungan misalnya dengan fungsi penggajian suatu divisi atau untuk perusahaan secara keseluruhan. Keunggulan pemeriksaan fungsional memungkinkan adanya spesialisasi oleh auditor. Sedangkan kelemahan pemeriksaan fungsional adalah tidak dievaluasinya fungsi yang saling berkaitan.

2. Pemeriksaan Organisasional
Pemeriksaan intern atas suatu organisasi menyangkut keseluruhan unit organisasi, seperti departemen, cabang atau anak perusahaan. Penekanan dalam suatu pemeriksaan organisasi adalah seberapa efisien dan efektif fungsi-fungsi saling berinteraksi. Rencana organisasi dan metode-metode untuk mengkoordinasikan aktivitas yang ada, sangat penting dalam pemeriksaan ini.

3. Penugasan Khusus
Penugasan pemeriksaan intern khusus timbul atas permintaan manajemen. Ada banyak variasi dalam pemeriksaan ini, contohnya mencakup penentuan penyebab tidak efektifnya sistem PDE, penyelidikan kemungkinan kecurangan dalam suatu divisi dan membuat rekomendasi untuk mengurangi biaya produksi suatu barang.

pengertian audit intern lama dan baru

Juli 21, 2009

Pengertian Audit Intern lama dan Baru

Ada beberapa perbedaan definisi yang dikemukakan oleh beberapa ahli audit intern maupun yang dikemukakan oleh lembaga audit intern mengenai definisi audit intern lama maupun baru, definisi lama audit intern yang dikemukakan oleh praktisisi audit intern dibawah tahun 2000 yang pada umumnya tidak berlaku lagi, seperti yang dikemukakan oleh Tugiman adalah sebagai berikut:
“audit intern adalah suatu fungsi penilaian yang independen dalam suatu organisasi untuk menguji dan mengevaluasi kegiatan organisasi yang dilaksanakan” (Tugiman,1997:1).

Definisi pemeriksaan intern menurut Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (1983:2) dalam Pedoman Pelaksanaan Pemeriksaan Intern adalah:
”pemeriksaan intern adalah pemeriksaan yang sistematis terhadap kegiatan, program organisasi dan seluruh atau sebagian dari aktivitas dengan tujuan menilai dan melaporkan apakah sumber daya dan dana digunakan secara ekonomis dan efisien dan apakah tujuan program, kegiatan, aktivitas yang telah direncanakan dapat dicapai dengan tidak bertentangan dengan peraturan, ketentuan dan perundang-undangan yang berlaku”

Sedangkan definisi lama pemeriksaan intern yang dikemukakan oleh Institute of Internal Auditors (IIA) yang dikutip oleh Sawyer dalam bukunya Audit Internal Sawyer, mendefinisikan audit intern sebagai berikut:
“audit internal adalah fungsi penilaian independen yang dibentuk dalam perusahaan untuk memeriksa dan mengevaluasi aktivitas-aktivitasnya sebagai jasa yang diberikan kepada perusahaan”(Sawyer,2005:9)

Pengertian diatas akan sedikit berbeda dengan pengertian yang dikemukakan oleh Institute of Internal Auditors (IIA) yang dikutip oleh Boynton, Johnson & Kell dalam bukunya Modern Auditing, yang mendefinisikan internal audit sebagai berikut:
“audit intern adalah aktivitas pemberian keyakinan serta konsultasi yang independen dan objektif, yang dirancang untuk menambah nilai dan memperbaiki operasi organisasi.” (Boynton, Johnson & Kell,2003:491)

Hal yang sama juga dikemukakan oleh Messier, Glover & Prawitt dalam bukunya yang berjudul Auditing and Assurance Services yang mendefinisikan audit intern sebagai berikut:
“audit intern adalah aktivitas independent, keyakinan objektif, dan konsultasi yang dirancang untuk menambah nilai dan meningkatkan operasi organisasi. Pemeriksaan intern ini membantu organisasi mencapai tujuannya dengan melakukan pendekatan sistematis dan disiplin untuk mengevaluasi dan meningkatkan efektifitas manajemen resiko, pengendalian dan proses tata kelola” (Messier, Glover & Prawitt, 2005:514).

Sedangkan definisi audit intern yang dikemukakan oleh Sawyer adalah
“audit internal adalah sebuah penilaian yang sistematis dan objektif yang dilakukan auditor internal terhadap operasi dan kontrol yang berbeda-beda dalam organisasi untuk menentukan apakah (1) informasi keuangan dan operasi telah akurat dan dapat diandalkan; (2) resiko yang dihadapi perusahaan telah diidentifikasi dan diminimalisasi; (3) peraturan eksternal serta kebijakan dan prosedur internal yang bisa diterima telah diikuti; (4) Kriteria operasi yang memuaskan telah terpenuhi; (5) sumber daya telah digunakan secara efisien dan ekonomis; dan (6) tujuan organisasi telah dicapai secara efektif – semua dilakukan dengan tujuan untuk dikonsultasikan dengan manajemen dan membantu anggota organisasi dalam menjalankan tanggung jawabnya secara efektif” (sawyer, 2005:10)

Dari definisi diatas dapat diindikasikan bahwa telah terjadi perubahan paradigma audit intern dimana pada awalnya audit intern hanya digunakan oleh manajemen untuk mencari kesalahan yang terjadi di organisasi, tetapi sekarang audit intern juga harus mampu menjadi konsultan perusahaan (strategic partner) yaitu lembaga yang dapat memberikan solusi atas permasalahan yang dihadapi oleh auditee.

deteksi invisible di Yahoo messenger

Juli 21, 2009

buat temen-temen mungkin rada bete juga, pas lagi cek status di YM, eh tiba-tiba temen kita yang offline nge “BUZZ” hehehehe, mungkin rada kaget juga, dikirain offline gak taunya dia online,..

tapi tenang, buat kalian yang mo tau gimana supaya tau kalo status temen kita itu lagi online atw offline bisa gunain aja beberapa situs berikut ini, Insya 4JJ mujarab hehehehe

http://www.invisible-scanner.com

http://www.invisible.ir

http://www.ymspy.com

http://www.ydetector.com

http://www.yahoo-status.com

pasti dah temen-temen yang awalny pede, bakalan jadi keki lantaran kita tau kalo dia lagi online hehehehe,
tapi ya kalo emang dia lage g’ mo diganggu, toh kita gk boleh maksain.

moga aja neh tulisan ada manfaatnya ^^

Rasio Keuangan

Juli 20, 2009

RASIO KEUANGAN PERUSAHAAN

Untuk dapat memproleh gambaran tentang perkembangan finansial suatu perusahaan, perlu mengadakan analisa atau interprestasi terhadap data finansial dari perusahaan bersangkutan, dimana data finansial itu tercermin didalam laporan keuangan. Ukuran yang sering digunakan dalam analisa finansial adalah ratio.

Laporan Keuangan dibuat agar dapat digunakan suatu kegunaan yang penting adalah dalam menganalisis kesehatan ekonomi perusahaan. Menurut Kown ( 2004 ; 107 ) : “ Hasil dari menganalisis laporan keuangan adalah rasio keuangan berupa angka-angka dan rasio keuangan harus dapat menjawab pertanyaan-pertanyaan”.

analisa Laporan Keuangan menyangkut pemeriksaaan keterkaitan angka–angka dalam laporan keuangan dan trend angka –angka dalam beberapa periode, satu tujuan dari analisis laporan keuangan menggunakan kinerja perusahaan yang lalu untuk memperkirakan bagaimana akan terjadi dimasa yang akan datang.

Menurut Van Horne ( 2005 : 234) : “Rasio keuangan adalah alat yang digunakan untuk menganalisis kondisi keuangan dan kinerja perusahaan. Kita menghitung berbagai rasio karena dengan cara ini kita bisa mendapat perbandingan yang mungkin akan berguna daripada berbagai angka mentahnya sendiri”.

Meskipun analisis rasio mampu memberikan informasi yang bermanfaat sehubungan dengan keadaan operasi dan kondisi keuangan perusahaan, terdapat juga unsur keterbatasan informasi yang membutuhkan kehati – hatian dalam mempertimbangkan masalah yang terdapat dalam perusahaan tersebut.
Menurut Kown (2004: 108) : Rasio keuangan setidaknya dapat memberikan jawaban atas empat pertanyaan yaitu :
1. Bagaimana Likuiditas Perusahaan
2. Apakah Manajemen efektif menghasilkan laba operasi atas aktiva
3. Bagaimana perusahaan didanai
4. Apakah pemegang saham biasa mendapatkan tingkat pengembalian
yang cukup.

Hal ini disebabkan sulitnya mendapatkan rata – rata pembanding yang tepat bagi perusahaan yang mengoperasikan beberapa divisi yang berbeda pada industri yang berlainan.

Sebagai salah satu bentuk informasi yang relevan dan kegunaanya yang efektif dalam menganalisa rasio dalam pengambilan keputusan. Dalam melakukan analisa, penganalisa dapat menggunakan dua macam perbandingan yaitu :
1. Membandingkan rasio sekarang dengan rasio – rasio yang lalu atau dengan rasio – rasio yang diperkirakan untuk waktu yang akan datang dari perusahaan yang sama.
2. Membandingkan rasio perusahaan dengan rasio –rasio yang sejenis dengan perusahaan lain yang sejenis, dan pada waktu yang sama.

Menurut Sumber datanya Van Horne ( 2005 : 234) : Angka rasio dapat dibedakan atas :
1. Rasio – rasio neraca ( Balance Sheet Ratio ), yaitu ratio – ratio yang disusun dari data yang berasal dari neraca, misalnya current ratio, acid test ratio, current asset to total asset ratio, current liabilities to total asset ratio dan lain sebagainya.
2. Rasio – rasio Laporan Laba Rugi ( Income Statement Ratio ), ialah data yang disusun dari data yang berasal dari income statement, misalnya gross profit, net margin, operating margin, operating ratio dan sebagainya.
3. Rasio –rasio antar Laporan Keuangan ( Intern Statement Ratio), ialah ratio –ratio yang disusun dari data yang berasal dari neraca dan data lainya berasal dari income statement, misalnya asset turnover, Inventory turnover, receivable turnover, dan lain sebagainya.

Rasio keuangan dapat dibagi kedalam tiga bentuk umum yang sering dipergunakan yaitu : Rasio Likuiditas, Rasio Solvabilitas ( Leverage ), dan Rasio Rentabilitas.

1. Ratio Likuiditas (Liquidity Ratio)
Merupakan Ratio yang digunakan untuk mengukur kemampuan perusahaan dalam memenuhi kewajian financial jangka pendek yang berupa hutang – hutang jangka pendek (short time debt) Menurut Van Horne :”Sistem Pembelanjaan yang baik Current ratio harus berada pada batas 200% dan Quick Ratio berada pada 100%”. Adapun yang tergabung dalam rasio ini adalah :

a. Current Ratio ( Rasio Lancar)
Merupakan Rasio yang digunakan untuk mengukur kemampuan perusahaan dalam membayar kewajiban jangka pendeknya dengan menggunakan aktiva lancar yang dimiliki,
Current Ratio dapat dihitung dengan rumus :

Current Ratio = Aktiva Lancar
Hutang Lancar

Contoh : Current Ratio Pada PT XYZ Medan adalah sebagai berikut ( dalam Rupiah ) :
Tahun 2005 : = 1,04
Tahun 2006 : = 1,05
Ini berarti bahwa kemampuan untuk membayar hutang yang segera harus dipenuhi dengan aktiva lancar, untuk tahun 2005 adalah setiap Rp. 1 hutang lancar dijamin oleh Aktiva lancar Rp. 1,04. untuk tahun 2006 adalah setiap hutang lancar Rp. 1 dijamin oleh Rp.1,05 aktiva lancar.

b. Quick Ratio ( Rasio Cepat )
Merupakan rasio yang digunaka untuk mengukur kemampuan perusahaan dalam membayar kewajiban jangka pendeknya dengan menggunakan aktiva yang lebih likuid . Quick Ratio dapat dihitung dengan rumus yaitu :

Quick Ratio = Aktiva Lancar – Persediaan
Hutang Lancar

c. Cash Ratio ( Rasio Lambat)

Merupakan Rasio yang digunakan untuk mengukur kemampuan perusahaan dalam membayar kewajiban jangka pendek dengan kas yang tersedia dan yang disimpan diBank. Cash Ratio dapat dihitung dengan Rumus yaitu :

Cash Ratio = Cash + Efek
Hutang Lancar

2. Ratio Solvabilitas

Rasio ini disebut juga Ratio leverage yaitu mengukur perbandingan dana yang disediakan oleh pemiliknya dengan dana yang dipinjam dari kreditur perusahaan tersebut. Rasio ini dimaksudkan untuk mengukur sampai seberapa jauh aktiva perusahaan dibiayai oleh hutang rasio ini menunjukkan indikasi tingkat keamanan dari para pemberi pinjaman (Bank). Adapun Rasio yang tergabung dalam Rasio Leverage adalah :

a. Total Debt to Equity Ratio (Rasio Hutang terhadap Ekuitas)
Merupakan Perbandingan antara hutang – hutang dan ekuitas dalam pendanaan perusahaan dan menunjukkan kemampuan modal sendiri, perusahaan untuk memenuhi seluruh kewajibanya .
Rasio ini dapat dihitung denga rumus yaitu :

Total Debt to equity Ratio = Total Hutang
Ekuitas Pemegang Saham

b. Total Debt to Total Asset Ratio ( Rasio Hutang terhadap Total Aktiva )

Rasio ini merupakan perbandingan antara hutang lancar dan hutang jangka panjang dan jumlah seluruh aktiva diketahui. Rasio ini menunjukkan berapa bagian dari keseluruhan aktiva yang dibelanjai oleh hutang. Rasio ini dapat dihitung dengan rumus yaitu :

Total Debt to Total Asset Ratio = Total Hutang
Total Aktiva

3. Ratio Rentabilitas

Rasio ini disebut juga sebagai Ratio Profitabilitas yaitu rasio yang digunakan untuk mengukur kemampuan perusahaan dalam memperoleh laba atau keuntungan, profitabilitas suatu perusahaan mewujudkan perbandingan antara laba dengan aktiva atau modal yang menghasilkan laba tersebut.
Yang termasuk dalam ratio ini adalah :

a. Gross Profit Margin ( Margin Laba Kotor)
Merupakan perandingan antar penjualan bersih dikurangi dengan Harga Pokok penjualan dengan tingkat penjualan, rasio ini menggambarkan laba kotor yang dapat dicapai dari jumlah penjualan.

Rasio ini dapat dihitung dengan rumus yaitu :
Gross Profit Margin = Laba kotor
Penjualan Bersih

b. Net Profit Margin (Margin Laba Bersih)
Merupakan rasio yang digunaka nuntuk mengukur laba bersih sesudah pajak lalu dibandingkan dengan volume penjualan.
Rasio ini dapat dihitung dengan Rumus yaitu :

Net Profit Margin = Laba Setelah Pajak
Penjualan Bersih

c. Earning Power of Total investment
Merupakan rasio yang digunakan untuk mengukur kemampuan dari modal yang diinvestasikan dalam keseluruhan aktiva untuk menghasilkan keuntungan netto. . Rasio ini dapat dihitung dengan rumus yaitu :

Earning Power of Total investment = Laba Sebelum Pajak
Total aktiva

d. Return on Equity (Pengembalian atas Ekuitas)

Merupakan rasio yang digunakan untuk mengukur kemampuan dari modal sendiri untuk menghasilkan keuntungan bagi seluruh pemegang saham, baik saham biasa maupun saham preferen. Rasio ini dapat dihitung dengan rumus yaitu :
Return on Equity = Laba Setelah Pajak
Ekuitas Pemegang Saham

Hello world!

Juli 20, 2009

Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!