Kategori Audit Intern

Menurut Arens (2002:13) pemeriksaan intern dapat dibagi dalam tiga kategori yaitu:

1. Pemeriksaan Fungsional
Sesuai dengan namanya, pemeriksaan fungsional berkaitan dengan satu fungsi atau lebih fungsi dalam suatu organisasi. Ini dapat berhubungan misalnya dengan fungsi penggajian suatu divisi atau untuk perusahaan secara keseluruhan. Keunggulan pemeriksaan fungsional memungkinkan adanya spesialisasi oleh auditor. Sedangkan kelemahan pemeriksaan fungsional adalah tidak dievaluasinya fungsi yang saling berkaitan.

2. Pemeriksaan Organisasional
Pemeriksaan intern atas suatu organisasi menyangkut keseluruhan unit organisasi, seperti departemen, cabang atau anak perusahaan. Penekanan dalam suatu pemeriksaan organisasi adalah seberapa efisien dan efektif fungsi-fungsi saling berinteraksi. Rencana organisasi dan metode-metode untuk mengkoordinasikan aktivitas yang ada, sangat penting dalam pemeriksaan ini.

3. Penugasan Khusus
Penugasan pemeriksaan intern khusus timbul atas permintaan manajemen. Ada banyak variasi dalam pemeriksaan ini, contohnya mencakup penentuan penyebab tidak efektifnya sistem PDE, penyelidikan kemungkinan kecurangan dalam suatu divisi dan membuat rekomendasi untuk mengurangi biaya produksi suatu barang.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: