Tujuan dan Sasaran Audit Intern

tujuan dari audit intern adalah memberikan pelayanan kepada organisasi, dalam rangka membantu semua anggota organisasi tersebut. Bantuan yang diberikan sebagai tujuan akhir adalah agar semua anggota organisasi dapat melaksanakan tanggung jawab yang dibebankan kepadanya secara efektif, atau lebih jauh lagi mencapai efektivitas optimal.
Disamping itu audit intern membantu manajemen dalam mencari kemungkinan yang terbaik (best possible) dalam penggunaan modal secara efektif dan efisien, termasuk peningkatan efektifitas pengendalian dalam batas-batas biaya yang wajar. Semua bantuan pemeriksaan intern tersebut diberikan melalui analisis-analisis, penilaian-penilaian, saran-saran, bimbingan dan informasi mengenai aktivitas yang diperiksanya.
Pihak-pihak yang diberi bantuan yaitu meliputi manajemen dari semua tingkat hingga dewan direksi, audit intern bertanggung jawab untuk memberikan kepada mereka informasi mengenai kelayakan dan efektivitas dari pengendalian intern serta kualitas pelaksanaannya.
Menurut Reider (2002:30) tujuan audit intern adalah sebagai berikut:

1. Untuk menilai kinerja (performance) dari manajemen dan berbagai fungsi perusahaan.
2. Untuk menilai apakah sumber daya yang dimiliki perusahaan telah digunakan secara efisien dan ekonomis.
3. Untuk menilai efektifitas perusahaan dalam tujuan yang ditetapkan oleh manajemen.
4. Memberikan rekomendasi kepada top manajemen untuk memperbaiki kelemahan-kelemahan yang terdapat dalam struktur pengendalian intern dan prosedur operasional perusahaan dalam rangka meningkatkan efisiensi, keekonomisan dan efektivitas kegiatan operasi perusahaan.

Sedangkan menurut Akmal (2007:5) tujuan audit intern adalah memberikan nilai tambah dan melakukan perbaikan-perbaikan operasi organisasi yaitu membantu organisasi dalam mencapai tujuannya dengan melakukan pendekatan yang sistematis, disiplin untuk mengevaluasi dan melakukan perbaikan atas keefektifan manajemen resiko, pengendalian dan proses yang jujur, bersih dan baik.
Adapun langkah-langkah yang harus dilakukan adalah:

1. Menilai ketepatan dan kecukupan pengendalian manajemen termasuk pengendalian manajemen pengolahan data elektronik.
2. Mengidentifikasi dan mengukur resiko
3. Menentukan tingkat ketaatan terhadap kebijaksanaan, rencana, prosedur, peraturan dan perundang-undangan.
4. Memastikan pertanggungjawaban dan perlindungan terhadap aktiva
5. Menentukan tingkat keandalan data atau informasi
6. Menilai apakah penggunaan sumber daya sudah ekonomis dan efisien serta apakah tujuan organisasi sudah tercapai
7. Mencegah dan mendeteksi kecurangan
8. Memberikan jasa konsultasi

Berdasarkan pengertian diatas maka dapat dijelaskan bahwa seorang auditor intern harus dinamis dan mempunyai orientasi terhadap pandangan sekarang dan masa yang akan datang. Karena dia berkedudukan sebagai penilai bebas (independen), baik dalam sikap maupun pandangannya, sebab pihak yang memerlukan audit intern adalah manajemen atau pihak ketiga. Hasil audit intern diserahkan kepada pihak yang meminta dilaksanakannya pemeriksaan tersebut.
Sasaran audit intern adalah kegiatan, aktivitas, program atau bidang-bidang organisasi yang diketahui atau diidentifikasi memerlukan perbaikan atau peningkatan dalam segi kehematan, efisiensi dan efektifitasnya.
Arens (2002:45) mendeskripsikan Sumber-sumber yang dimanfaatkan oleh auditor intern dalam mengembangkan kriteria penilaian khusus (spesifik) yaitu:
1. Kinerja Historis, seperangkat kriteria sederhana yang dapat didasarkan pada hasil sebenarnya (hasil audit) dari periode sebelumnya. Gagasan dibalik penggunaan kriteria ini adalah membandingkan apakah yang telah dilakukan menjadi lebih baik atau lebih buruk. Manfaat kriteria ini adalah bahwa kriteria ini mudah dibuat, tetapi mungkin tidak memberikan pandangan mendalam mengenai seberapa baik atau buruk sebenarnya unit usaha yang diperiksa.
2. Kinerja yang dapat dipertimbangkan, sebagian besar kesatuan yang menjalin audit intern tidak bersifat unit, terdapat banyak kesatuan yang sama didalam keseluruhan organisasi atau luarnya. Dalam hal demikian, data kinerja dari satu kesatuan yang dapat diperbandingkan merupakan sumber yang sangat baik untuk mengembangkan kriteria.
3. Standar rekayasa, didalam banyak jenis penugasan audit intern adalah mungkin dan layak untuk mengembangkan kriteria berdasarkan standar rekayasa, misalnya studi waktu dan gerak untuk menentukan tingkat keluaran produksi. Kriteria ini seringkali memakan waktu dan biaya yang besar dalam pengembangannya, karena memerlukan banyak keahlian. Akan tetapi, hal itu mungkin sangat efektif dalam memecahkan masalah operasional yang utama dan biaya yang dikeluarkan akan lebih berharga.
4. Diskusi dan kesepakatan, terkadang kriteria objektif sangat sulit didapat dan sangat memakan biaya, tetapi adakalanya kriteria dapat dikembangkan melalui diskusi dan kesepakatan yang sederhana. Pihak-pihak yang terlibat dalam proses ini harus meliputi manjemen kesatuan yang diperiksa, auditor internal dan kesatuan, atau orang-orang yang akan mendapat laporan temuan-temuan yang didapat.
Dengan menggunakan audit intern ini perusahaan diharapkan mendapat manfaat-manfaat yang positif dari apa yang telah ditetapkannya, menurut Reider (2002:47) manfaat-manfaat tersebut antara lain:
1. Dapat mengidentifikasi tujuan, kebijaksanaan, sasaran dan prosedur organisasi yang sebelumnya tidak jelas.
2. Dapat mengidentifikasi kriteria yang digunakan untuk mengukur tingkat tercapainya tujuan organisasi dan menilai kegiatan manajemen.
3. Adanya evaluasi independen atas suatu kejadian.
4. Membantu meyakinkan apakah organisasi sudah mematuhi prosedur, peraturan, kebijaksanaan serta tujuan yang ditetapkan.
5. Membantu meyakinkan terciptanya efektifitas dan efisiensi pada sistem pengendalian manajemen.
6. Menetapkan tingkat kehandalan dan manfaat dari setiap laporan manajemen.
7. Membantu mengidentifikasi berbagai desempatan yang dapat dimanfaatkan untuk mendapatkan laba.
8. Mengidentifikasi berbagai tindakan alternatif yang dapat dilaksanakan dalam kegiatan organisasi.
Sedangkan menurut Gondodiyoto (2007:48) manfaat yang dapat diberikan oleh audit Intern adalah:
1. Memonitor aktivitas yang tidak dapat dimonitor oleh manjemen puncak
2. Mengidentifikasi dan meminimalisasi resiko
3. Memvalidasi laporan kepada manajemen puncak
4. Memproteksi manajemen senior dari kesalahan dari aspek teknis.
5. Memvalidasi informasi yang tersedia untuk mengambil keputusan
6. Menilai kinerja
7. Membantu manajer fungsional agar terhindar dari kesalahan teknis, kesalahan prosedur atau penyimpangan dari prinsip manajemen yang baik sehingga dapat merugikan perusahaan.

About these ads

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: